SELAMAT DATANG DI BLOG RESMI KUASA MUDA ZAHA, TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA....

Senin, 11 Juli 2011

CINTAKU BERSEMI DI BK

Hari ini panas begitu menyengat, terutama dilingkungan sekolah seperti sekarang. Jarang terdapat pepohonannya terlebih halaman sekolah yang tidak berumput, yang ada hanya tanaman hias yang terletak disetiap deret kelas.

Tapi suasana seperti ini sudah biasa dirasakan oleh siswa siswi SMA Kartini dan suasana seperti inipun tidak menyurutkan semangat kami untuk belajar.

Sekarang setiap kelas sedang kosong tak berpenghuni, kebanyakan semua siswa berhamburan keluar untuk bersantai dibawah pohon yang satu-satunya ada di sekolah ini. Sekarang merupakan waktu spesial bagi kami karena guru-guru sedang mengadakan rapat. So, kami bisa sedikit beristirahat, setelah seharian merasa jenuh belajar dikelas.

Setelah mendapatkan beberapa kesimpulan akhirnya para guru menyudahi rapatnya 1 jam kemudian, tepatnya pukul 12.30 WIB. Saat itupun para guru masuk disetiap kelas yang menjadi tanggung jawabnya masing-masing. Bu Ita dikelas X1a, Pak Bambang dikelas X1b, Pak Ali dikelas X1c, Bu Ria dikelas X1d, dan Bu Eni dikelas X1e.

Ketika aku sedang duduk santai untuk beristirahat. “ Emil cepat masuk kelas, guru- guru udah selesai rapat...!!” tiba tiba terdengar suara Gita dari balik pintu kelas. Aku dengan segera pergi menuju kelas dan meninggalkan semua makanan yang sudah terlanjur aku beli dan meninggalkannya ditempat semula. Bukan cuma aku, tetapi semua siswa juga saling berlari menuju ke kelasnya masing-masing.

Setelah semua duduk dibangkunya masing-masing. Kelas kembali sunyi lagi, yang tadinya terdengar riuh oleh suara gaduh teman- teman. Selang beberapa menit kemudian terdengar suara ketukan pintu ternyata itu Bu Ria wali kelas kami. ” Siang anak-anak…?” Bu Ria mengucapkan salam dengan wajah sedikit muram. “ Selamat siang Bu..” kami dengan serentak membalas ucapan salam dari Bu Ria. “ Begini anak-anak, ibu akan menyampaikan sedikit informasi yang mungkin penting untuk kalian tahu”, Bu Ria memulai pembicaraannya. Dan anak-anak menjadi tegang dan sedikit bertanya-tanya, berita apa yang mungkin akan disampaikan oleh Bu Ria.

Ada salah satu teman kalian yang tidak akan dinaikkan kelas, bahkan bisa dikeluarkan dari sekolah ini, karena kelakuannya yang sudah terlewat dari batas kenakalan dan juga karena kebiasaannya yang suka bolos sekolah”, Bu Ria mulai menjelaskan.

Setelah mendengarkan penjelasan dari Bu Ria, anak-anak mulai panik dan suasana kelaspun menjadi tegang. Dan seketika itu pula Eril terlihat seperti manusia yang tak punya sukma, dia terlihat sangat pucat setelah mendengar penjelasan dari Bu Ria. Karena dia tahu bahwa anak yang dibicarakan itu adalah dia sendiri. Tapi tak pernah terpikir oleh Eril akan sampai sejauh ini akibat dari kelakuannya.

Teman-teman mulai memandang kearah Eril dengan menampakkan raut muka yang cemas. Terutama aku, aku terlihat begitu cemas dan sedih, karena aku sudah sejak lama menaruh hati kepada Eril sejak pertama dia menginjakkan kaki di sekolah ini. Tapi aku tak pernah menampakkan semua ini kepada Eril, aku takut cintaku ini bertepuk sebelah tangan.

“ ya Allah, mengapa semua ini harus menimpa Eril, kasihan dia semenjak ayahnya meninggal dia berubah seperti ini, padahal dia adalah anak yang cerdas”, bisikku dalam hati, dan pandangankupun masih tak lepas tertuju pada Eril.

“ saya harap anak ini mau merubah kelakuannya, supaya keputusan yang tidak pernah diharapkan ini tidak benar-benar terjadi” Bu Ria memberikan sedikit nasehat dan tak sedikitpun menyebutkan nama anak yang sedang dibicarakannya, mungkin beliau takut akan menyakiti perasaan anak itu. Kemudian beliau meninggalkan kelas kami.

Keesokan harinya, keadaan disekolah sedikit berbeda. Anak- anak mulai membicarakan berita tentang Eril yang kemarin mereka dengar dari wali kelas mereka masing-masing. Ada dari mereka yang merasa senang jika Eril akan dikeluarkan dari sekolah, mungkin mereka yang iri kepada Eril dan ada juga dintara mereka yang merasa simpati mungkin mereka tidak terima jika Eril harus dikeluarkan dari sekolah. Karena mereka tahu Eril itu adalah anak yang cerdas dan populer di sekolah karena selalu membawa sekolah menjadi juara dalam setiap olimpiade sains. Tapi itu dulu sebelum ayahnya meninggal, dan dia berubah seperti sekarang.

Setelah tiba dikelas, berita tentang Eril yang akan dikeluarkan dari sekolah menjadi topik utama yang diperbincangkan.

Aku mulai duduk dibangku kesayanganku dibaris ketiga disamping jendela. Dari pelajaran dimulai sampai bearkhir aku belum melihat Eril, ternyata dia tidak masuk sekolah. Setelah aku bertanya kepada Andi sahabat Eril, katanya Eril sakit. Sejak awal jam pelajaran hingga selesai aku tidak memperhatikan semua pelajaran, karena dipikiranku yang tarbayang hanya wajah Eril, aku sangat mencemaskannya dan aku takut terjadi sesuatu kepadanya.

Sepulang sekolah, aku dan Gita sahabatku pergi kerumah Eril untuk menjenguknya. Setibanya disana aku langsung dipersilahkan masuk oleh tante Ifa ibunda Eril. Aku dipersilahkan masuk didalam kamar Eril karena Eril sedang terbaring lemah disana.

“ Hai Ril, gimana keadaannya..?” sapa aku

“ alhamdulillah udah agak mendingan. Oh ya Mil, aku mau ngata’in sesuatu yang penting ma kamu”. Dengan muka yang serius sambil berbaring di tempat tidur.

“ tapi disini, ada Gita…” Jawabku

“ nggak masalah, dia kan sahabatmu. Begini sebelum aku dikeluarkan dari sekolah, aku ingin mengatakan sesuatu yang sudah lama terpendam dalam hatiku” sambil memegang pergelangan tanganku

“ aku sudah lama mencintaimu, sejak kita pertama masuk sekolah dulu, aku yakin kalau kamu juga mencintaiku.

“ maaf, aku harus pulang. Cepat sembuh ya…” jawabku, sambil menarik tanganku digenggaman Eril. Dan kemudian aku segera berlari keluar

“ Emil tunggu, aku belum selesai bicara…” teriak Eril. Aku tidak menghiraukan teriakan Eril. Dengan segera aku berpamitan pulang kepada tante Ifa.

Sekarang Eril masih belum masuk sekolah. Dan seperti biasa sejak pertama pelajaran sampai berakhir aku tidak memperhatikannya dengan serius. Dan bel pulangpun berbunyi dan aku keluar dari kelas. “ Emil kamu jangan pulang dulu, bisakan kamu temui Ibu di ruang BK sekarang”, tiba-tiba terdengar suara Bu Ria dari belakangku. “ memangnya ada masalah apa bu..?” Tanya aku dengan penasaran. “sudahlah nanti ibu beri tahu”.. jawab Bu Ria dengan singkat.

Aku menuju ke ruang BK, setelah semuanya pulang. “ assalamualaikum Bu…” aku memberikan salam dengan hati berdebar. “ waalaikumsalam, ibu sudah dari tadi menunggu kedatanganmu, mari masuk”, Bu Ria berkata sambil mempersilahkan aku duduk di kursi sebelah tempat duduknya.

“begini, ibu butuh pertolonganmu. Bisakan kamu membantu ibu, karena ini penting bukan hanya untuk ibu tapi juga untuk masa depan temanmu.” Bu Ria memulai pembicaraannya.

“ memangnya apa yang bisa saya Bantu Bu..?” aku semakin penasaran dengan apa yang akan dibicarakan oleh Bu Ria.

“Ibu dengar, Eril telah menyatakan cinta kapadamu, tapi kamu menolaknya, apakah itu benar.” Bu Ria mulai bertanya dengan serius.

“ maaf, mengapa Ibu bisa tahu..?” aku mulai sedikit tegang

“ dari sahabatmu, dan ibu minta tolong sama kamu. Walaupun kamu tidak mencintai Eril, tapi Ibu harap kamu mau manerimanya”

“ mengapa Ibu berkata seperti itu,..? aku balik bertanya

“ karena ibu yakin hanya kamu yang bisa membuat Eril berubah, mungkin jika dia bersamamu. Eril bisa lebih sering pergi ke sekolah dan tidak bolos lagi. Apalagi kamu dengan dia satu kelas, kamu kan bisa menasehatinya setiap hari. Ibu mohon bantulah dia, karena dia itu adalah pahlawan bagi sekolah ini.” pinta Bu Ria dengan sedikit berharap

“ tapi Bu....” Jawabku dengan ragu

“ sudahlah Ibu tahu kamu juga mencintainya. terima dia, Ibu dan para guru akan mendukung hubunganmu. Karena ibu tahu kamu melakukan ini untuk kebaikan Eril dan kita semua.” Bu Ria memotong pembicaraanku

“ baiklah Bu….” Kemudian aku meninggalkan ruang BK dengan hati yang berbunga-bunga.

Setelah menerima Eril sebagai kekasihku. Sedikit demi sedikit dia mulai bisa berubah. Sekarang dia rajin masuk sekolah dan prestasi yang dulu pernah tertunda kini mulai tumbuh kembali. Keputusan para guru untuk mengeluarkan Eril dari sekolah di batalkan. Karena sekarang Eril bukan lagi siswa yang seperti dulu. Dia telah berubah 100%, semua guru berterimakasih kepadaku. Aku bangga sekali dengan Eril dan terutama kepada diriku sendiri, karena bisa merubah Eril menjadi seperti dulu.

1 komentar:

Bee_AdeS mengatakan...

hoi heboh ni

Posting Komentar


ShoutMix chat widget

END -->